SMAN 41 Jakarta Gelar Pelatihan Menulis Kreatif Bersama Ali Yusuf Syakir
Jakarta, 17 Juni 2026 – SMAN 41 Jakarta menggelar hari pertama kegiatan Pelatihan Menulis Kreatif yang diikuti oleh 40 peserta didik. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juni 2026 ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan budaya literasi sekaligus mengembangkan keterampilan menulis siswa melalui pembelajaran langsung bersama narasumber yang berpengalaman di bidang kepenulisan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Seluruh peserta kemudian bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk memohon kelancaran dan keberkahan selama rangkaian pelatihan berlangsung.
Selanjutnya, Kepala SMAN 41 Jakarta, Ibu Homsaniwati, M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kemampuan literasi bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat. Menurut beliau, keterampilan menulis tidak hanya membantu siswa dalam kegiatan akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, menyampaikan gagasan, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan sistematis.
Memasuki sesi inti, moderator memperkenalkan narasumber yang akan mendampingi kegiatan selama tiga hari, yaitu Bapak Ali Yusuf Syakir, S.E., Sy., S.Pd., M.H. Kehadiran beliau disambut antusias oleh para siswa yang telah menantikan berbagai wawasan dan pengalaman seputar dunia kepenulisan.
Dalam penyampaian materinya, Bapak Ali Yusuf Syakir membuka sesi dengan sebuah kalimat motivasi yang sederhana namun sarat makna, yaitu “Menulis itu Mudah, Memulai itu Kuncinya.” Melalui kutipan tersebut, beliau mengajak para siswa untuk menghilangkan rasa takut dalam menulis dan mulai menuangkan ide dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar mereka. Menurut beliau, keberanian untuk memulai merupakan langkah awal dalam menghasilkan sebuah karya.
Materi pertama yang dibahas adalah “Mengapa Kita Harus Menulis.” Pada sesi ini, beliau menjelaskan bahwa menulis memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi sarana komunikasi, menulis juga dapat digunakan untuk menyimpan pengalaman, menyampaikan pemikiran, serta mendokumentasikan berbagai gagasan yang dimiliki seseorang.
Pembahasan kemudian berlanjut pada materi “Menulis Mengabadikan Gagasan.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa banyak ide berharga yang hilang karena tidak pernah dituliskan. Oleh sebab itu, menulis menjadi salah satu cara untuk menjaga gagasan agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Pada sesi ini, beliau menyampaikan sebuah kutipan inspiratif yang menarik perhatian para siswa, yaitu:
"Apa yang tidak ditulis akan mudah hilang, tetapi apa yang ditulis dapat hidup bahkan setelah penulisnya tiada."
Kutipan tersebut memberikan pemahaman bahwa tulisan memiliki kekuatan untuk melampaui waktu dan terus memberikan manfaat bagi banyak orang.
Materi berikutnya membahas tentang “Menulis Melatih Berpikir Kritis.” Beliau menjelaskan bahwa proses menulis menuntut seseorang untuk mengumpulkan informasi, memahami suatu permasalahan, menganalisis berbagai sudut pandang, serta menyusun gagasan secara runtut dan logis. Oleh karena itu, kemampuan menulis memiliki hubungan yang erat dengan kemampuan berpikir kritis yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sesi terakhir, Bapak Ali Yusuf Syakir menyampaikan materi mengenai “Menulis Membangun Personal Branding.” Beliau menjelaskan bahwa tulisan dapat menjadi identitas yang mencerminkan kemampuan, minat, dan karakter seseorang. Melalui karya yang dipublikasikan secara konsisten, seseorang dapat membangun citra positif serta dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Selain membagikan berbagai wawasan mengenai dunia kepenulisan, beliau juga memperkenalkan beberapa buku yang pernah ditulisnya. Melalui pengalaman tersebut, beliau menunjukkan bahwa setiap karya lahir dari proses belajar, latihan, dan keberanian untuk memulai. Penyampaian tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para siswa untuk mulai menghasilkan karya dan mengembangkan potensi mereka dalam bidang literasi.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Mereka aktif menyimak materi, mencatat poin-poin penting, serta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap berbagai topik yang dibahas. Suasana belajar yang interaktif membuat kegiatan hari pertama berjalan dengan lancar dan penuh semangat.
Melalui Pelatihan Menulis Kreatif ini, diharapkan siswa SMAN 41 Jakarta semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan literasi, berani menuangkan ide ke dalam tulisan, serta menghasilkan karya yang kreatif, inspiratif, dan bermanfaat. Kegiatan akan berlanjut hingga hari Jumat, 19 Juni 2026, bersama Bapak Ali Yusuf Syakir dengan materi dan praktik menulis yang lebih mendalam.
Komentar
Posting Komentar